Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Toilet dan Sepakbola

Gambar
MyNiceProfile.com Satu lembar surat bertandatangankan salah satu pejabat tinggi di perusahaan tempatku bekerja, cukup untuk memberikan kesempatan untuk pergi ke luar kota Bandung. Temanggung. Kota kecil yang berada di Jawa Tengah. Beruntunglah ada teman yang memberikan informasi mengenai bagaimana cara menuju ke kota itu, dia menyarankan untuk ke Yogyakarta dulu lalu naik travel langsung ke Temanggung. Namun, setelah beberapa minggu tinggal di Temanggung, aku mendapat informasi bahwa ternyata ada travel jurusan Bandung-Temanggung PP dengan tarifnya dipatok di harga Rp. 150.000,-.

Indonesia Juara?

Rambut keriting panjang sebahu, tinggi besar berkaos garis hitam merah,celana putih,kaos kaki putih dan sepatu hitam. Jendral lapangan tengah, mengatur ritme permainan,kadang tiba-tiba muncul sebagai penyerang lubang..dia lah yang mengusik mimpi-mimpiku,aku ingin seperti dia.

Ketik REG (spasi)...

Titik terang di ujung lorong yang gelap.. Ada saat dimana kepala tertunduk mencaci maki nasib, mencari Tuhan

Titik Nol

Malam semakin tua,memeluk erat kegundahan dan kegelisahan yang memenuhi ruangan pikirku."janganlah engkau bermegah-megahan",kitab suci mengatakan seperti itu, sebuah peringatan yang ditujukan kepada ummatnya yang kurang pandai menetukan skala prioritas,bermegah-megahan sepertinya ditafsirkan sebagai perbuatan yang melalaikan perbuatan lainnya yang jauh lebih penting. Dalam hal ini mementingkan kehidupan duniawi diatas kehidupan kekal di akhirat kelak. Pesona dunia berupa harta, tahta dan wanita sering mengaburkan keberadaan akhirat yang konon katanya kekal, lalu apakah benar akhirat itu ada?

Yang Terlupakan

  Pemilu sering disebut Pesta rakyat...ah, sebuah kalimat yang memabukkan. Siapakah rakyat yang dimaksud dalam pesta ini? Jika pestanya bernama pesta pernikahan Nina & Rudi-misalnya- maka sudah tentu kedua orang inilah yang paling berbahagia di hari pesta itu,nah kalau pesta rakyat? Rakyatkah yang berbahagia? Jawabannya bisa ya bisa tidak,ya untuk pemenang tidak untuk yang kalah. Kemudian pihak yang kalah akan menuntut penyelenggara pesta, bahwa sang pemenang melakukan cara-cara yang curang untuk meraih kemenangan dan pemenang mengangkat bahu sambil menggelengkan kepala sambil berujar :"silahkan menuntut, asalkan sesuai dengan prosedur yang berlaku" lalu hal lucu terungkap, konon menurut berita dari media yang selalu kutelan mentah-mentah,pihak yang kalah dan yang menang,semuanya juga melakukan kecurangan..nah lho?

Ngalamun

Minggu, 02 Agustus 2009 Hari ini aku biarkan tubuh ini telanjang, jalan kesana kemari di dalam rumah tanpa busana. Aku ingin seluruh bagian tubuh ini tersentuh udara malam,rasanya sangat ingin berjalan ke jalan raya sana dengan tanpa busana,merasakan apa yang dirasakan orang gila yang sering aku lihat di pinggir-pinggir jalan. Lihatlah dia si gila, tak perduli dengan orang –orang yang merasa dirinya waras,berakal sehat atau dengan kata lain sehat jasmani dan rohani. Aku bertanya-tanya apa yang dipikirkan oleh orang gila itu..ah bukan berpikir, hanya pendapat saja, aku tak mampu membayangkan bagaimana bisa orang gila berpikir? Aku ingin tahu apa pendapat si gila itu jika melihat aku yang dikatakan waras tapi jarang sekali berpikir dan bertindak seperti manusia yang seharusnya. Memangnya seperti apakah manusia yang seharusnya itu?apakah dengan memiliki rumah mewah, memiliki mobil-mobil mewah digarasinya, memiliki istri yang cantik jelita, memiliki anak-anak yang disekolahkan diluar neger...

Marwa El Sherbini

Nasib yang dialami perempuan Mesir ini membuat kepalaku tertunduk, mencoba untuk tidak menggugat keadilan takdir yang telah digariskan Tuhan untuknya. seorang perempuan yang sedang hamil tiga bulan, meninggal bersimbah darah dengan luka tusukan sebanyak delapan belas kali dan yang menyesakkan dada adalah tempat penikaman itu terjadi..di ruang sidang! tempat dimana seharusnya tidak akan terjadi peristiwa pembunuhan, aku tak percaya peristiwa pembunuhan bisa terjadi di ruang sidang di sebuah negara maju seperti Jerman. Apa sih sebenarnya yang menjadi latar belakang persidangan ini?

Go West II

...... Mungkin semua warga sedang berkumpul di TPS untuk mengikuti pesta tanpa prasmanan. "Pemilu sekarang seperti panggung lawak", gerutu temanku yang sekarang telah menjadi seorang sosialis tulen. ah,mungkin dia salah nonton acara TV. Mungkin saja Republik Mimpi bagi dia adalah reality show. Aku membayangkan negara ini tanpa Pemilu tapi gagal, gagal membayangkan bagaimana jadinya. Kemudian aku membayangkan sebuah Pemilu yang ideal, calegnya orang-orang terpilih yang berkampanye tanpa spanduk dan baligo, cukup memperbaiki alat kejantanan ratusan pria seperti Ma Erot, atau pengobatan berbagai penyakit seperti Ponari, atau juara bulu tangkis legendaris seperti Rudy Hartono..pokoknya orang-orang yang meraih kepopuleran melalui tindakan nyata tanpa gembar-gembor obral berbagai janji tapi aku gagal lagi membayangkannya, bayangan tampang-tampang caleg di spanduk sepanjang jalan masih tetap menjadi pakem yang tertancap di pikiranku..inilah demokrasi Indonesia.