Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pencerahan

Selamat Tahun Baru Hijriyah

Waktu  merupakan nikmat terbesar yang sangat mahal, tidak ada tombol rewind untuk mengulang dan memperbaiki apa yang telah terjadi. Namun demikian, atas kemurahanNya lah tersedia menu taubat yang bisa dimanfaatkan sampai detik terakhir menikmati waktu, betul bahwa taubat tidak bisa memperbaiki apa yang telah berlalu, tapi taubat disediakan untuk mendapatkan grasi dari Sang Maha. Sayangnya, kadang menu taubat ini tidak segera digunakan dan tidak pula dimanfaatkan secara terus menerus, dan mengorbankan nikmat waktu. Tahun baru Hijiriyah seyogyanya dimanfaatkan untuk instropeksi diri, instropkesi diri mengenai kualitas seorang muslim yang taat, yang katanya tidak layak masuk surga tapi tak sanggup masuk neraka. Apa bedanya dengan tahun baru Masehi? atas nama kerukunan ummat beragama, jangan terlalu berapi-api mengatakan bahwa tahun baru Masehi itu hari raya ummat Nasrani. Itu memang betul, tapi rasanya menjadikan tahun baru Masehi sebagai momen instropeksi diri pun tidak terlalu sal...

Sabar *

Sabar menurut pakar-pakar berarti menahan gejolak nafsu, untuk meraih yang baik atau yang lebih baik. Dia -kata sabar- juga berarti ketinggian, dia juga berarti batu yang keras. Tiga makna ini kait berkait, jika kita mampu menahan gejolak nafsu, hati kita akan menjadi kukuh dan ketika itu kita akan meraih ketinggian. Sabar, kita butuhkan kapan pun dan dimana pun. Karena itu orang yang kuat perlu sabar, dan orang yang lemah pun perlu sabar. Orang dewasa perlu sabar, anak-anak pun perlu kita didik agar sabar. Laki perempuan, kaya dan miskin, semuanya membutuhkan kesabaran. Karena apa yang dialami seseorang didalam hidup ini tidak keluar dari dua kemungkinan. Boleh jadi dia sedang mengalami sesuatu yang sesuai dengan keinginan dan kehendaknya, boleh jadi juga tidak sesuai dengan keinginan dan kehendaknya.

Menuju Sakinah

Tujuan dari perkawinan adalah menciptakan Sakinah, sakinah tercipta melalui pemanfaatan potensi-potensi yang dianugerahkan oleh Allah kepada suami, istri dan juga dengan peranan seluruh anggota keluarga. Perkawinan dinamai oleh Al-Qur'an, Nikah dan Zawaj. Ini harus difahami benar karena pemilihan kata-kata itu adalah pilihan yang dilakukan Allah dan tidak sah perkawinan, kecuali dengan menggunakan salah satu kedua dari nama/kata itu. Nikah artinya menyatu, jawaz artinya keberpasangan. Suami dan istri harus menyatu tetapi dalam saat yang sama, mereka harus sadar bahwa mereka adalah dua sosok tetapi berpasangan.