Oktober Dua Ribu Tujuh Belas. Perintah perusahaan tiba, maksimal minggu depan sudah berada di tempat baru. Bergegas, mengepak barang, pesan tiket pesawat, memberi kabar kepada orang tua. "Manado?" suara ibu melalui telpon genggam. Kekhawatiran khas seorang ibu kental terasa dari nada suaranya. "Kamu dihukum? kenapa dari sekian ratus ribu perusahaan, harus kamu yang ke Manado?". Persisnya pesawat apa yang kugunakan aku lupa -salah sendiri malas nulis- mungkin pesawat Garuda, karena toh dapat biaya pindah dari perusahaan. Atau bisa jadi, pesawat Lion biar murah. Maaf saya lupa. Pun demikian, tentu saja ada satu peristiwa yang selalu menjadi salah satu bahan gurauan di waktu senggang. Aku dan istriku telah tiba di lobby kedatangan Bandara Samratulangi Manado, lengkap dengan koper masing-masing. Mata istriku berbinar-binar, jalan-jalan ke tempat baru selalu berhasil melukis kebahagian di jendela hatinya itu. Beberapa penjemput membuat tulisan di kertas kecil, menulis n...
Mang Irsan...kenapa blognya nggak suka diisi
BalasHapus