Pada beberapa kawan,menulis telah menjadi : alat perlawanan,wadah pemikiran intelektual, berbagi ilmu How To, dan seabreg tujuan mulia lainnya. dan untukku, menulis baru sekedar untuk merekam apa yang kupikir,yang kukira dan yang ku rasa..baru tiga itu saja..
The Long and Winding Road..: Kamu dimana ?: Sukhoi luruh di gunung salak, 12 jasad akhirnya ditemukan setelah dua hari pencarian. Presiden Rusia yang baru terpilih, menelpon Presiden...
Oktober Dua Ribu Tujuh Belas. Perintah perusahaan tiba, maksimal minggu depan sudah berada di tempat baru. Bergegas, mengepak barang, pesan tiket pesawat, memberi kabar kepada orang tua. "Manado?" suara ibu melalui telpon genggam. Kekhawatiran khas seorang ibu kental terasa dari nada suaranya. "Kamu dihukum? kenapa dari sekian ratus ribu perusahaan, harus kamu yang ke Manado?". Persisnya pesawat apa yang kugunakan aku lupa -salah sendiri malas nulis- mungkin pesawat Garuda, karena toh dapat biaya pindah dari perusahaan. Atau bisa jadi, pesawat Lion biar murah. Maaf saya lupa. Pun demikian, tentu saja ada satu peristiwa yang selalu menjadi salah satu bahan gurauan di waktu senggang. Aku dan istriku telah tiba di lobby kedatangan Bandara Samratulangi Manado, lengkap dengan koper masing-masing. Mata istriku berbinar-binar, jalan-jalan ke tempat baru selalu berhasil melukis kebahagian di jendela hatinya itu. Beberapa penjemput membuat tulisan di kertas kecil, menulis n...
Sebuah malam di kota Palu. Tidak terlampau malam, karena seingatku adzan Isya tidak terlalu jauh dari saat aku mengangkat video call dari rumah, kakak perempuanku menelpon. Istriku sedang mejalani akupunktur, yang beberapa bulan terakhir dilakukan secara rutin. Ruang tunggu tempat akupuntur ini tidak terlalu luas, hanya tersedia tiga kursi plastik berseberangan dengan satu meja tempat memerika tensi, satu kursi plastik disamping meja hanya digunakan saat ada pasien yang baru tiba. Resepsionisnya bertugas mencatat pendaftaran pasien dan memeriksa tekanan darah, sedang asyik dengan gawainya. Hal yang lumrah di masa manusia tidak bisa lepas dari gawai, dunia begitu dekat dan cepat berlalu diantara mata dan jempol tangan. Petaka kadang terbit karena mudah dan cepatnya kita bereaksi terhadap apa yang terjadi di dunia dan disajikan di layar gawai. Aku beranjak keluar dari ruang tunggu. Cahaya dari lampu merah tidak terlalu berhasil menerangi jalanan depan tempat akupunktur ini, begitu p...
Komentar
Posting Komentar